RAHASIA BESAR ITU BERNAMA SHALAT

RAHASIA BESAR ITU BERNAMA SHALAT

by; Lesna Purnawan

Siapa taat melaksanakan shalat, dia akan memeroleh cahaya, petunjuk, dan keselamatan pada hari kiamat. (Hadis riwayat Ahmad, at-Thabrani, dan Ibnu Majah)

Shalat adalah perintah istimewa yang diberikan Allah Swt. secara langsung kepada Nabi Muhammad saw. Jika perintah-perintah yang lain disampaikan melalui wahyu, dengan perantara malaikat Jibril, berbeda halnya dengan shalat. Allah Swt. memanggil langsung Nabi Muhammad saw. menghadap-Nya untuk menerima perintah ini.

Saat itu, Sang Nabi sedang berkabung karena kehilangan dua orang tercinta yang senantiasa mendampinginya di medan dakwah. Abu Thalib, pamannya, dan Khadijah, istri tercintanya dipanggil menghadap Allah. Kita tahu, Abu Thalib adalah pembela utama Nabi saat itu. Ia mempertaruhkan nyawa dan kehormatannya demi membela keponakannya ini. Sosok Khadijah bagi Nabi juga bukan sekadar seorang istri. Dialah perempuan yang menopang dakwah Nabi, baik dari segi moril maupun materiil. Harta Khadijah dipertaruhkan sepenuhnya demi kelancaran dakwah Nabi. Di kala Nabi dalam kesedihan, Khadijah hadir sebagai penyejuk jiwa. Saat Nabi sedang berkhalwat di gua Hira, Khadijah setiap hari menjaganya, menghantar perbekalaan buatnya. Saat Nabi menggigil ketakutan pada saat menerima wahyu pertama, Khadijah dengan penuh kasih sayang menyelimutinya, menenangkannya. Khadijah bukan sekadar istri Nabi. Ia sosok pahlawan yang berdiri kokoh menopang perjuangan Nabi. Baik Abu Thalib maupun Khadijah adalah orang-orang terpandang di kota Mekah. Karena posisi kedua orang inilah Nabi banyak terbantu dan terlindungi dari ancaman orang-orang yang memusuhinya.

Kini kedua orang ini telah pergi. Betapa bersedih hati Nabi atas musibah besar ini. Karenanya, tahun ini dalam sejarah disebut dengan Tahun Kesedihan (amul huzni). Padahal, posisi Nabi saat itu sedang terancam. Orang-orang musyrik dan kafir Mekah sedang mengintai nyawanya. Muhammad adalah target teror yang mendatangkan segepok kekayaan bagi siapapun yang bisa membunuhnya. Nyawa Muhammad di ujung tanduk. Nabi merasakan betapa sulit dan membahayakannya misi yang diembannya. Kini ia benar-benar papa. Hanya “Allah”-lah satu-satunya penyemangat jiwanya. Ia bersumpah mempertaruhlan segenap darah, jiwa, dan nyawanya untuk menjalankan misi yang diembannya.

Wahai Nabi-Ku, bangkitlah! Misi belum selesai. Musuh-musuh di luar sana mengintaimu. Akan Kuberikan kepadamu misi rahasia yang menjadi kunci sukses kehidupan, menjadi gudangnya kekayaan, menjadi penyelamat dari segenap marabahaya dan aral melintang. Datanglah kepada-Ku. Aku akan bicara empat mata denganmu mengenai misi besar ini. Begitulah kira-kira panggilan Allah terhadap hamba dan kekasih-Nya saat itu.

Akhirnya, malam itu, Jibril menjemputnya. Ia diberi tugas mengawal perjalanan Sang Nabi untuk menerima misi suci. Namun demikian pada saat Nabi memasuki “daerah terlarang” di Sidratul Muntaha, Jibril dilarang masuk. Akhirnya Nabi meneruskan perjalanan menghadap Allah Swt. seorang diri. Duh sungguh amat istimewa perintah shalat ini sehingga untuk menerimanya Nabi harus menghadap Allah seorang diri layaknya menerima misi rahasia. Yah, memang demikianlah shalat. Ia misi agung yang sangat misterius dan teramat penting untuk dijalankan. Maka hanya orang-orang terpilihlah yang benar-benar sanggup menjalankan misi ini dengan sukses.

Allah Swt. menemui calon penerima misi agung ini secara khusus. Hanya kepada orang inilah Allah menjelaskan bagaimana tatacara melaksanakan shalat dan apa rahasia agung di balik misi ini. Detik itu, Allah hendak membagikan rahasia besar dan kunci segala macam kesuksesan bagi manusia dalam mengarungi bahtera kehidupan di dunia maupun di akhirat.

Rasulullah saw. bersabda: “Allah telah mewajibkan umatku pada malam isra’ lima puluh kali shalat, maka aku selalu kembali menghadap-Nya dan memohon keringanan sehingga dijadikan kewajiban shalat lima kali dalam sehari semalam. (Riwayat al-Bukhari dan Muslim).

Inilah rahasia besar yang dikabarkan dan diperintahkan Allah Swt. kepada Nabi dan kekasihnya untuk disampaikan kepada sekalian manusia. Allah telah mewahyukan wahyu pamungkas yang terkait dengan peribadatan. Shalat adalah panglima segala amal dan kunci segala kebajikan. Shalat adalah “meditasi” tingkat sempurna yang dapat menjernihkan kalbu manusia dan menjernihkan langkah-langkahnya. Shalat adalah sarana penjernih jiwa dan penghapus dosa.

Dari Abu Hurairah ra., Rasulullah saw. bersabda: “Shalat lima waktu dan shalat kum’at yang satu kepada shalat jum’at yang lain adalah sebagai penghapus kesalahan yang terjadi pada waktu antara dua jum’at selama tidak melakukan dosa besar.”[]

Rasuulullah saw. bersabda: Allah Yang Mahamulia dan Mahabesar berfirman:

“Aku menurut sangkaan hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia ingat kepada-Ku dalam dirinya, Aku ingat kepadanya dalam diri-Ku. Jika ia ingat kepada-Ku dalam kelompok orang banyak, Aku mengingatnya dalam kelompok yang lebih baik daripadanya. Jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta. Jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan, Aku datang kepadanya dengan berlari-lari kecil.” (Riwayat Ibnu Majah)

By lesnapurnawan

One comment on “RAHASIA BESAR ITU BERNAMA SHALAT

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s