LARANGAN YANG TERLUPAKAN

LARANGAN YANG TERLUPAKAN

“Lesnapurnawan wawan lpn”

Pada zaman akhir sekarang, kita terlalu sibuk dengan ilmu dunia, sehingga melupakan ilmu akhirat. Memang ilmu dunia itu penting, karena itu bekal jangka pendek kita untuk hidup di dunia, tapi ilmu akhirat jauh lebih penting, karena kita akan kekal di dalamnya. Kalau berbicara tentang ilmu akhirat, tentu tidak lepas dari sumber utama ajaran agama kita, yaitu Al-Qur’an dan Hadis. Kami kira semua umat muslim mempunyai kitab suci Al-Qur’an, sehingga alangkah baiknya jika kita menengok hadis-hadis yang jarang dibahas.

1. Berpakaian Minim dan Ketat Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. Bersabda :

“Ada dua macam penduduk neraka yang keduanya belum kelihatan olehku.

(1) Kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi, yang dipergunakannya untuk memukul orang.

(2) Wanita-wanita berpakaian, tetapi sama juga dengan telanjang (karena pakaiannya terlalu minim, terlalu ketat, atau pakaian yang merangsang pria karena sebagian auratnya terbuka), dan wanita-wanita yang mudah dirayu atau suka merayu, rambut mereka (disasak) bagaikan punuk unta. Wanita-wanita tersebut tidak dapat masuk surga, bahkan tidak dapat mencium bau surga. Padahal bau surga dapat tercium dari jarak yang sangat jauh.” (Hadis Shahih Muslim No. 2004) Penduduk neraka pertama adalah pemimpin yang zalim. Sedangkan yang kedua, kami kira sudah banyak sekali contohnya di kehidupan kita, hampir semua remaja, pakaiannya mulai mengikuti mode barat, yaitu minim, ketat, serta tipis. Dan juga potongan rambut cepak (shagy). Azabnya pun tak tanggung tanggung, wanita yang demikian tidak dapat masuk surga, yang padahal bau surga itu tercium dari jarak yang sangat jauh. Naudzubillah.

2. Menyambung Rambut (wig) Dari Jabir bin ‘Abdullah r.a.katanya:

“Nabi saw. Melarang keras menyambung rambut kepala wanita dengan sesuatu yang lain.” (Hadis Shahih Muslim No. 2001) Wig, konde, hair extention, rambut gimbal, atau apapun namanya. Jelas sekali bahwa Rasulullah saw melarangnya dengan keras. Apapun alasannya, walaupun rontok karena sakit (Hadis Shahih Muslim No. 2000), Rasulullah tetap melarangnya. Daripada melanggar larangan, alangkah baiknya jika anda menggantinya dengan kerudung.

3. Zinanya mata, telinga, tangan, kaki, dan hati. Dari Abu Hurairah r.a., dari Nabi saw. Sabdanya :

“Nasib anak Adam mengenai zina telah ditetapkan. Tidak mustahil dia pernah melakukannya. Dua mata, zinanya memandang. Dua telinga, zinanya mendengar. Lidah, zinanya berkata. Tangan zinanya memegang. Kaki, zinanya melangkah. Hati, zinanya ingin dan rindu, sedangkan faraj (kemaluan) hanya mengikuti dan tidak mengikuti.” (Hadis Shahih Muslim No. 2282) Zina, begitu mendengar kata-kata ini kebanyakan beranggapan bahwa zina hanyalah hubungan badan yang dilakukan oleh dua orang pasangan yang tidak dalam ikatan pernikahan. Tak sepenuhnya salah, tapi jangan lupakan pula zina kecil pada sebuah hadis diatas. Meskipun itu adalah zina kecil, namun kita tidak boleh meremehkannya. Karena kita akan dimintai pertanggungjawabannya nanti akhirat kelak. Dari hadis ini, silahkan simpulkan sendiri kalau begitu halalkah pacaran itu?Berdua-duaan, bergandengan tangan, bahkan berciuman mungkin. Saya kira jika hati anda berkata jujur, tentu jawabannya adalah tidak.

By lesnapurnawan

One comment on “LARANGAN YANG TERLUPAKAN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s